Curup

Ketua HMI Cabang Curup Desak Kapolda Bengkulu: Stop Tindakan Represif Aparat Terhadap Demonstran

43
×

Ketua HMI Cabang Curup Desak Kapolda Bengkulu: Stop Tindakan Represif Aparat Terhadap Demonstran

Sebarkan artikel ini

Curup, CmnSumsel.com – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Curup mendesak Kapolda Bengkulu untuk menghentikan dan memitigasi segala bentuk tindakan represif aparat terhadap masyarakat dan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa. Hal ini disampaikan menyusul maraknya bentrokan antara aparat kepolisian dengan demonstran di berbagai daerah, termasuk di tingkat nasional, Sabtu (30/08/2025).

Menurut Ketua M. Dio Putra , aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat merupakan bentuk sikap terhadap kebijakan, narasi, hingga tindakan pemerintah yang dianggap timpang dan tidak berpihak kepada rakyat.

“Aksi yang dilakukan para demonstran akhir-akhir ini adalah sebuah bentuk sikap terhadap kebijakan, narasi, hingga tindakan pemerintah yang timpang dan tidak berpihak kepada masyarakat. Sudah barang wajar bentuk penolakan ini memicu sikap dan amarah dari masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengutuk keras tindakan represif aparat kepolisian terhadap demonstran yang justru memperburuk citra Polri sebagai pengayom masyarakat.

“Saya secara pribadi saya sangat mengutuk keras tindakan represifitas aparat terhadap demonstran. Sudah selayaknya tugas Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, bukan malah menjadi sebuah ancaman bagi masyarakat yang menuntut haknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dio meminta agar pesan ini bisa tersampaikan kepada seluruh jajaran kepolisian, khususnya Polda Bengkulu, agar bersikap humanis dalam mengawal dan mengamankan jalannya unjuk rasa.

“Saya berharap dan mendesak Polda Bengkulu beserta jajaran di tiap tingkatan untuk tidak melakukan tindakan represif kepada mahasiswa dan masyarakat yang melakukan unjuk rasa. Polisi seharusnya bersikap humanis dan profesional, karena penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dijamin konstitusi,” katanya.

Ia juga mengingatkan, apabila tindakan represif aparat kembali terjadi, Terkhusus di Bengkulu sebagaimana yang terjadi di pusat dan daerah lain, hal itu akan menimbulkan gelombang perlawanan yang lebih besar sekaligus menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Jikalau kepolisian daerah Bengkulu melakukan tindakan represif seperti yang terjadi di pusat dan daerah lain, maka jangan heran akan ada gelombang sikap yang lebih besar. Dan tentu saja tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polda Bengkulu akan semakin menurun,” tandasnya.

Sebagai penutup, Ketua HMI berharap unjuk rasa di Bengkulu bisa berjalan damai, tertib, dan tidak menimbulkan korban.

“Harapannya, jikalau terjadi unjuk rasa di Provinsi Bengkulu, dapat berjalan tertib dan tidak menimbulkan korban luka bahkan jiwa seperti yang menimpa saudara-saudara kita di daerah lain. Semoga aspirasi yang dibawa para demonstran bisa tersampaikan dan benar-benar didengar oleh pemerintah maupun aparat terkait,” tutupnya. (RIL)